Mendiktisaintek Ungkap Motif Skandal Riset Palsu Konferensi ISPPD demi ‘Travel Grant’

Kemendiktisaintek menekankan fokus pemerintah pada pembinaan dan modernisasi substansi prodi agar selaras dengan kebutuhan industri tanpa melakukan penutupan sepihak./Dok. Kemendiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengungkap motif di balik skandal dugaan pemalsuan riset internasional yang menggemparkan dunia akademik.

Berdasarkan investigasi awal, empat terduga pelaku nekat memalsukan tulisan ilmiah demi mengincar bantuan dana perjalanan (travel grant) ke luar negeri.

Kasus ini mencuat dalam forum ilmiah bergengsi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) yang berlangsung di Denmark.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengonfirmasi bahwa pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah memanggil dan memeriksa para terduga pelaku.

“Jadi, memang cukup kuat saat ini dugaan bahwa mereka ingin memanfaatkan travel grant ke luar negeri. Tapi tentu, ini memiliki atau sangat bermasalah dari sisi etik dan integritas,” ujar Brian di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Brian memastikan, berdasarkan laporan penelusuran dari internal UNY, tidak ada satu pun unsur dosen maupun peneliti dari kampus tersebut yang terlibat sebagai pelaku dalam aksi pemalsuan ini.

Alami Kendala Sanksi Etik, Pemerintah Siap Tempuh Jalur Hukum

Baca Juga: Target Pertumbuhan 8 Persen, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Mengingat status seluruh terduga pelaku bukan merupakan dosen atau civitas akademika organik di bawah kementerian, pemerintah tidak dapat menjatuhkan sanksi melalui mekanisme Komisi Disiplin ataupun Komisi Etik internal kampus. Kendati demikian, Brian menegaskan sanksi tegas tetap akan diproses untuk memberikan efek jera.