Kemendagri Luncurkan Mini Command Center Pantau Data Kependudukan Real-Time

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi bersama Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar saat meninjau simulasi pengoperasian fasilitas mini command center./Dok. Kemendagri

FAKTANASIONAL.NET — Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan inovasi fasilitas mini command center.

Fasilitas mutakhir ini dilengkapi dengan dashboard pemantauan data kependudukan dan biometrik yang terintegrasi secara real-time atau waktu nyata.

Inovasi tersebut diperkenalkan di sela-sela kegiatan syukuran pasca Hari Raya Iduladha 1447 H di Ruang Rapat PIAK, Gedung A Lantai 2, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Agenda ini dihadiri langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar, serta jajaran direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil.

Direktur PIAK, Muhammad Nuh Al Azhar, menjelaskan bahwa pembentukan dashboard ini berfungsi sebagai alat konkret untuk mempermudah pengambilan kebijakan publik yang akurat. Langkah ini sekaligus menggeser pola pengambilan keputusan agar tidak lagi berbasis pada asumsi.

Baca Juga: GPNI Gelar Aksi di Kedubes AS dan Kemendagri, Protes Dugaan Aliran Dana LSM Asing Senilai Rp28 Miliar

“Kalau ada permintaan data per provinsi, bahkan sampai tingkat kelurahan, bisa langsung terlihat wilayah mana yang aktif dan capaian terbaiknya. Jadi keputusan benar-benar berdasarkan data,” kata Nuh Al Azhar.

Integrasi Keamanan Tiga Data Center

Dalam sesi simulasi, sistem ini terbukti mampu menyajikan beragam indikator kependudukan secara cepat. Beberapa data yang ditampilkan meliputi capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD), fluktuasi jumlah penduduk, penerbitan kartu keluarga, target wajib rekam, hingga data biometrik pada tahun berjalan.

Selain merekam data kependudukan, sistem kendali ini juga telah terintegrasi dengan pemantauan keamanan fisik dan jaringan CCTV di tiga lokasi data center milik pemerintah, yaitu Medan Merdeka Utara (Jakarta), Kalibata (Jakarta), serta Data Recovery Center (DRC) yang berada di Batam.

Pada pengembangan tahap berikutnya, fasilitas ini diproyeksikan tumbuh menjadi dashboard keamanan siber yang komprehensif, lengkap dengan indikator deteksi serangan serta alarm peringatan dini.