Internet Rakyat: Solusi Murah, Tantangan Keberlanjutan ala Kasus Bolt

Teknologi AI/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Layanan “internet rakyat” menarik perhatian publik dengan tawaran akses internet murah, sekitar Rp 100.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100 mbps. Program ini digadang-gadang sebagai solusi pemerataan akses internet yang terjangkau. Namun, pengamat telekomunikasi mengingatkan bahwa internet rakyat yang menggunakan teknologi Fixed Wireless Access (FWA) ini masih menghadapi tantangan besar terkait keberlanjutan dan kualitas layanan jangka panjang.

Risiko Model Bisnis Berbasis Frekuensi

Pengamat menilai, tarif murah pada layanan FWA cenderung merupakan strategi promosi berjangka pendek, dan tidak menjamin keberlanjutan operasional. Setiap tahun, perusahaan penyedia harus membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang sangat besar kepada pemerintah, misalnya Rp 400 miliar untuk operasi di Jawa, Maluku, dan Papua. Biaya operasional yang besar ini menuntut model bisnis yang sehat.