Ultimatum Setahun: Nasib 16 Ribu Pegawai Bea Cukai di Ujung Tanduk!

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/net

Ancaman keras ini dimaksudkan sebagai cambuk agar seluruh pegawai DJBC betul-betul melakukan pembenahan. Jika gagal, Menkeu Purbaya siap mengadopsi langkah serupa yang pernah dilakukan Presiden Soeharto, yaitu merekrut pihak asing—seperti perusahaan Swiss SGS3—untuk mengambil alih tugas kepabeanan. Purbaya mengakui adanya kebocoran dan “permainan” dalam pengawasan ekspor, seperti temuan harga barang yang tidak wajar saat sidak pelabuhan. Ia bertekad untuk membereskan pengawasan dan menghentikan penyelundupan produk ilegal, khususnya dari Tiongkok, dalam satu tahun ke depan.

Optimisme Direktur Jenderal Bea Cukai

Menanggapi ultimatum tersebut, Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan optimisme. Ia yakin instansinya mampu berbenah dan menyelesaikan seluruh upaya perbaikan pada tahun 2026. Pembenahan akan dimulai dari kultur kerja DJBC serta peningkatan pengawasan ketat di pintu masuk negara. Djaka berjanji untuk menghilangkan citra buruk Bea Cukai di masyarakat dan memohon dukungan publik demi menjadi institusi yang lebih baik.[dit]