Alex Prabu meminta Pemkot Tangsel untuk tidak malu mengakui keterbatasan kapasitas penampungan sampah yang mencapai 1000 ton per hari. Solusi yang ditawarkan adalah melibatkan tiga pengembang besar di Tangsel agar bergotong royong menangani masalah ini. Selain itu, PSI juga mendesak kerja sama cepat dengan daerah lain untuk mencari lokasi penampungan sementara, seperti Kabupaten Tangerang atau area Bogor, sambil menunggu fasilitas PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2029.
Upaya Sementara Pemkot Meredam Bau
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, membenarkan bahwa penutupan sampah dekat flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong dengan terpal adalah penanganan sementara. Upaya ini, yang disertai penyemprotan cairan ramah lingkungan, bertujuan untuk menekan dampak bau bagi warga sekitar. Meskipun demikian, kritikus seperti Alexander Prabu tetap menekankan perlunya solusi permanen dan strategis untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat.[dit]











