Habib Syakur Ingatkan Komisi Reformasi Polri Jangan Bekerja Berdasarkan Kebencian!

Habib Syakur merasa kondisi ini semakin mengkahawatirakan, karena Polri yang selama ini menjadi benteng penghalau kelompok ekstremisme mulai dijelek-jelekkan.

Termasuk dengan adanya Tim Komisi Reformasi Polri yang diduga kuat berisi kelompok sakit hati yang benci kepada Polri.

“Makanya saya bilang tadi. Pak Presiden Prabowo gak usah dengerin kata-kata Tim Komisi Reformasi Polri. Gak ada gunanya mereka karena diduga hanya berisi kebencian sama Polri, gitu loh,” ucapnya.

Meski demikian, Habib Syakur mengakui bahwa Polri harus berbenah, khususnya dalam hal penegakan hukum dan kriminalitas. Untuk persoalan ini reformasi Polri boleh dilakukan. Yaitu pada struktur penanganan masalah kriminal.

“Tapi kalau masalah keamanan dan ketahanan dari upaya pecah belah bangsa dan pelemahan Pancasila, Polri justru harus diperkuat. Densus 88 Anti-teror misamya, itu harus diperkuat,” tegas Habib Syakur.

“Justru saat ini mereka harus dibackup penuh Presiden dari ancaman transnasional khilafah. Bukan malah dilemahkan. Salah besar kalau begitu,” lanjutnya.

Satu lagi yang saya miris, Habib Syakur menilai kelompok pengasong khilafah sekarang ini membuat opini, seakan-akan Polisi itu powerfull. Padahal tidak powerfull.

“Polri justru berada ditengah-tengah masyarakat untuk menjadi benteng bagi negara kita. Gitu loh,” ucapnya.

“Jadi sekali lagi, Tim Komisi Reformasi Polri jangan bekerja secara subjektif. Jangan bekerja dengan basis kebencian. Sebab kebencian akan membawa ketidakadilan dan semakin jauh dari kebenaran. Gitu loh,” tuntas Habib Syakur.

Exit mobile version