Sekjen PDIP Dorong Netralitas TNI-Polri, Ingatkan Bahaya Pergeseran Demokrasi dan Sinyal Otoritarian

Mengenai Polri, Hasto menekankan pentingnya lembaga tersebut tidak menjadi alat untuk kepentingan elektoral, sembari mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk tim reformasi Polri.

“Kami memberikan dukungan dalam keputusan dari Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi Polri. Kami memberikan suatu kerangka-kerangka dari aspek konstitusi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga mengingatkan tentang bahaya sinyal-sinyal otoritarianisme dengan merujuk pada fenomena authoritarian populism. Ia mengutip pemikiran Steven Levitsky mengenai kecenderungan pergeseran demokrasi yang terjadi akibat lemahnya kelembagaan, penegakan hukum, serta pengabaian etika dan moral.

Hasto menambahkan bahwa etika moral pemimpin yang menghormati kedaulatan lembaga negara merupakan benteng pertahanan demokrasi yang paling ampuh.

“Persoalan etika moral dari pemimpin… termasuk untuk tidak campur tangan terhadap kedaulatan lembaga-lembaga tinggi negara yang lain, itu ternyata menjadi benteng yang sangat ampuh,” pungkas Hasto.