Nanik menyarankan agar warga menyertakan detail waktu dan lokasi sekolah agar tim bisa segera menindaklanjuti jika ditemukan ketidaksesuaian. Kritik dari orang tua murid dipandang sebagai masukan berharga, bukan ancaman bagi penyelenggara program.
Menanggapi insiden di Lampung di mana bantuan dihentikan karena kritik, BGN mengecam keras tindakan arogan tersebut. Dengan keterbatasan personel pengawas yang hanya 70 orang untuk seluruh Indonesia, partisipasi warga sangat dibutuhkan.
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan terus mengalami penyempurnaan demi pemenuhan gizi anak bangsa yang optimal.[dit]










