Selanjutnya, Resiliensi menempatkan ketahanan sektor keuangan sebagai prioritas strategis, setara dengan ketahanan pangan dan energi. Thomas memperkenalkan konsep financial security sebagai fondasi stabilitas ekonomi jangka panjang.
Pilar keempat adalah Akselerasi, yakni percepatan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan likuiditas serta pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Terakhir, Keberlanjutan, yang difokuskan pada transformasi keuangan digital, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan UMKM agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Thomas menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara BI, Kementerian Keuangan, dan otoritas terkait lainnya, tanpa mengurangi independensi Bank Indonesia. Tujuan akhirnya adalah menciptakan suku bunga yang kompetitif, likuiditas yang sehat, serta fondasi kuat menuju visi Indonesia sebagai negara maju.[zul]











