“Ini mengkhianati amanat pendiri Bangsa kita yang menentang penjajahan karena Indonesia ratusan tahun merasakan pahit-getirnya dijajah,” tegas Habib Syakur.
Ulama asal Malang Raya ini semakin khawatir, karena kemungkinan besar Presiden Prabowo akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Itu artinya akan ada kedutaan besar Israel di Indonesia.
“Nah. Step by step –nya kan sudah kebaca tuh. Indonesia mengakui negara Israel, dan tentu saja terbuka langkah membuka hubungan diplomatik. Kita tunggu saja itu akan dilakukan Prabowo,” lanjut Habib Syakur.
Habib Syakur menduga, Presiden Prabowo mendapat bujuk rayu dari negara Jordania sehingga menjadi anak manisnya Amerika Serikat untuk masuk dalam barisan pendukung Israel.
“Terus terang saya enggak memahami alur pemikiran Prabowo. Saya menduga Prabowo terpengaruh raja Jordan yang menjadi kawan baiknya. Saya menduga negara teluk seperti UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain dan lainnya itu mempengaruhi Prabowo lewat raja Jordan,” tukas Habib Syakur.
Lebih jauh, Habib Syakur juga mengecam keras sikap Ketua Umum PBNU KH. Yahya C. Staquf yang mendukung Indonesia masuk BoP serta mengakui negara Israel.
“Ini pengkhianatan susah. Saya yakin, akan kuwalat Yanya Staquf karena mengkhianati KH. Hasyim Asy’ari dan para kiai pendiri NU,” tuntas Habib Syakur.











