Ia juga mengaitkan gejolak internal baru-baru ini dengan campur tangan asing, menyebut demonstrasi anarkis sebagai upaya kudeta yang gagal untuk menggulingkan stabilitas negara melalui serangan terhadap fasilitas publik dan rumah ibadah.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap santai. Trump menyatakan harapannya agar Iran bersedia duduk di meja perundingan, sembari meragukan klaim kekuatan militer Khamenei.
Di sisi lain, isu kemanusiaan membayangi konflik ini. Meski Teheran mengklaim korban tewas akibat protes mencapai 3.117 orang, pihak PBB dan aktivis HAM mengkhawatirkan angka sebenarnya jauh lebih besar, bahkan diprediksi melampaui 20.000 jiwa akibat tindakan represif aparat.[dit]











