SPPG diminta tidak hanya sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi benar-benar menjaga standar keselamatan penerima manfaat. Pengawasan berkelanjutan akan dilakukan untuk menutup celah penyimpangan yang dapat merugikan masa depan generasi muda.
Menariknya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melihat program ini dari kacamata yang lebih luas. Selain memperbaiki gizi, MBG menjadi mesin penggerak ekonomi baru di daerah.
Dengan melibatkan pelaku usaha dan penyedia jasa lokal dalam rantai pasok bahan pangan, perputaran modal tetap berada di lingkup daerah. Sinergi antara pusat dan daerah inilah yang diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul.[dit]
