JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Para dokter diaspora bersama relawan kesehatan PDI Perjuangan dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) melakukan aksi kemanusiaan selama dua bulan di lokasi bencana Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Mereka menunjukkan semangat pengabdian bagi negeri. Mereka semua, termasuk para dokter diaspora terpanggil turun langsung ke daerah membantu masyarakat terdampak bencana.
Melalui payung kemanusiaan PDI Perjuangan (PDIP), para praktisi medis lintas negara ini menemukan ruang untuk berkontribusi bagi tanah air di tengah sulitnya birokrasi lembaga formal.
Kisah inspiratif ini terungkap dalam acara ‘Pemberian Apresiasi Atas Dedikasi dan Pengabdian Relawan Kesehatan’ di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran DPP PDIP seperti Hasto Kristiyanto, Ribka Tjiptaning, Sri Rahayu, dan Wiryanti Sukamdani.
Terobos Sekat Birokrasi dan Almamater
dr. Adi Putra Korompis, salah satu dokter diaspora, mengungkapkan bahwa keinginan para dokter di luar negeri untuk membantu bencana seringkali terbentur minimnya koneksi dan sistem “filter” lembaga yang mengutamakan kelompok atau almamater tertentu.
“Kami mencoba mendekati berbagai lembaga untuk bekerja sama, namun seringkali ada hambatan. Di PDIP, kami diberikan kesempatan bahkan kuota yang sangat besar untuk langsung terjun ke lapangan. Ada kesamaan semangat perjuangan dan identitas sebagai Indonesia di sini,” cerita dr. Adi.
Perjuangan di Medan Berat: Tanpa Sinyal dan Air Berlumpur
Pengalaman tak terlupakan juga diceritakan oleh dr. Bella yang bertugas di Aceh. Ia mengisahkan bagaimana tim medis harus menghadapi infrastruktur yang lumpuh total akibat longsor.











