Kisah Para Dokter Diaspora dan Relawan PDIP Membantu Korban Bencana Sumatera

“Sama sekali tidak ada sinyal, air masih tercampur lumpur. Namun dengan semangat gotong royong, kami membawa obat-obatan, air bersih, hingga membuka dapur umum. Kami telah mengambil sumpah dokter, jadi kami melayani tanpa membahas latar belakang politik,” kenang dr. Bella.

Selain menangani keluhan fisik, tim medis juga fokus pada trauma healing. dr. Riri yang bertugas di Agam, Sumatra Barat, menyebut masyarakat—terutama anak-anak—mengalami trauma mendalam.

“Setiap mendengar suara hujan atau angin kencang, mereka ketakutan. Itulah mengapa kami juga melakukan pendekatan psikologis,” tambahnya.

Menariknya, dr. Riri mencatat sebuah fakta lapangan selama bertugas di wilayah terdampak. “Kami tidak bertemu dengan perwakilan partai lain di lokasi bencana yang kami kunjungi. Hanya PDI Perjuangan yang konsisten ada di sana bersama rakyat,” tuturnya.

Militansi Perawat dan Pengemudi Ambulans

Semangat yang sama ditunjukkan oleh tenaga kesehatan lainnya. Sukendar, perwakilan perawat, menyatakan kebanggaannya bisa bergabung dalam misi ini. Ia memastikan bahwa rekan-rekan perawat siap kapan pun partai membutuhkan tenaga mereka untuk kemanusiaan.

Sementara itu, Iwan, perwakilan pengemudi (driver), menceritakan beratnya tugas selama dua bulan meninggalkan keluarga. Di lapangan, ia harus berjibaku membelah kemacetan akibat pohon tumbang dan bekerja sama dengan warga lokal menggunakan alat seadanya.

“Kami bersahabat dengan warga. Saat ada pohon tumbang, kami bersama-sama memotong kayu agar akses bantuan bisa masuk. Doa keluarga di rumah menjadi kekuatan kami,” pungkas Iwan.