Tradisi yang Mengalahkan Inflasi
Bagi masyarakat Aceh, Meugang adalah momen sakral untuk mempererat silaturahmi. Memasak daging di rumah dan menyantapnya bersama keluarga besar merupakan bagian dari identitas yang tetap dijaga meski harus merogoh kocek lebih dalam.
Salah seorang pembeli, Rahma, menunjukkan loyalitasnya terhadap tradisi ini. Ia tetap memboyong daging dalam jumlah cukup banyak meski menyadari adanya kenaikan harga yang signifikan dibanding hari biasa.
“Setiap tahun pasti beli daging. Ini sudah kebiasaan sebelum puasa. Saya tetap membeli dua kilogram daging kerbau meski harganya mengalami kenaikan,” ungkap Rahma saat ditemui di sela-sela aktivitas belanjanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Meugang telah menjadi mesin penggerak ekonomi musiman di Aceh. Harapannya, ketersediaan stok tetap terjaga hingga hari puncak Meugang berakhir, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.











