Bandara Koroway Batu Kembali Beroperasi, Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan Jalur Udara Papua
FAKTANASIONAL.NET – Jalur nadi transportasi udara di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel , mulai kembali normal. Bandara Koroway Batu resmi dioperasikan kembali secara bertahap pada Sabtu (21/2/2026), setelah sebelumnya sempat lumpuh akibat ins…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Jalur nadi transportasi udara di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, mulai kembali normal.
Bandara Koroway Batu resmi dioperasikan kembali secara bertahap pada Sabtu (21/2/2026), setelah sebelumnya sempat lumpuh akibat insiden penembakan terhadap dua pilot Smart Air.
Meski operasional telah dibuka, suasana di bandara nampak berbeda dari biasanya.
Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Korpasgat, Satgas Rajawali, Satgas Yonif 126, dan Brimob Polda Papua bersiaga penuh dengan senjata lengkap, menjaga ketat setiap jengkal area dari apron hingga landasan pacu.
Baca Juga: IPI Kutuk Penembakan Pilot Smart Air di Papua Selatan, Desak Perlindungan Negara
Pengamanan ketat ini bukan tanpa alasan.
Langkah ini merupakan instruksi langsung hasil rapat koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kemenpolkam, TNI, dan Polri untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali dan memberikan rasa aman bagi maskapai perintis.
Danpos Satgas Korpasgat, Evan Melsan Worabay, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah sterilisasi area bandara dari segala bentuk gangguan.
"Penjagaan ketat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan proses penerbangan berjalan aman," ujar Evan Melsan Worabay di lokasi.
Walaupun berada di bawah pengawalan bersenjata, aktivitas penerbangan di Bandara Koroway Batu dilaporkan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap menghidupkan akses transportasi di wilayah pelosok Papua Selatan meski di tengah tantangan keamanan yang tinggi.
Hingga saat ini, sinergi antara otoritas bandara dan aparat keamanan diklaim berhasil menjaga situasi tetap kondusif, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga melalui penerbangan perintis dapat terus berlanjut.
Baca Juga: Cerpen “Kisah Tragis Tewasnya Kapten Egon”
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.