“Kami akan terus kawal kasus ini sampai ke persidangan agar almarhum dan keluarganya mendapatkan keadilan,” ungkapnya.
Peristiwa memilukan ini terungkap saat ayah korban, yang sedang bekerja di Kota Sukabumi, diminta pulang oleh istrinya dengan dalih NS jatuh sakit mendadak.
Namun, sesampainya di rumah, sang ayah mendapati kondisi NS sudah kritis.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon, nyawa NS tidak tertolong.
Temuan luka fisik yang tidak wajar pada jenazah bocah yang sehari-harinya menimba ilmu di pondok pesantren ini akhirnya membongkar dugaan penganiayaan tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif di balik tindakan keji sang ibu tiri terhadap korban.
Baca Juga: Waspada Ideologi Ekstrem: Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Kekerasan
