“Pembicaraan dengan Kedutaan Besar AS di Somalia dan Departemen Pertahanan bertujuan untuk mengamankan kemitraan baru dengan Washington, termasuk dalam hal kerja sama ekonomi, keamanan, dan kontra-terorisme,” ungkap Abdullahi sebagaimana dilaporkan pada Juli 2025 lalu.
Upaya ini diperkuat dengan kunjungan sejumlah pejabat militer senior Amerika Serikat untuk kawasan Tanduk Afrika ke Hargeisa baru-baru ini guna meninjau langsung stabilitas wilayah tersebut.
Tantangan Pengakuan Diplomatik
Meskipun Somaliland dihuni oleh sekitar lima juta penduduk dan dikenal memiliki stabilitas politik serta sistem demokrasi yang berjalan rutin, perjuangan mendapatkan status negara berdaulat masih menghadapi jalan terjal. Sejauh ini, hanya Israel yang tercatat memberikan pengakuan resmi atas kemerdekaan wilayah tersebut.
Hingga saat ini, Amerika Serikat masih tetap berpegang pada kebijakan lamanya dengan mengakui klaim kedaulatan Somalia atas wilayah Somaliland. Tawaran mineral kritis dan pangkalan militer ini diharapkan menjadi faktor pengubah (game changer) bagi Washington untuk mempertimbangkan kembali kemitraan formal dengan Hargeisa.











