Ia memberikan contoh konkret bagaimana Indonesia kesulitan meredam konflik Palestina-Israel, yang menunjukkan bahwa posisi sebagai negara muslim terbesar saja tidak cukup kuat untuk menekan aktor-aktor besar dunia.
Keraguan JK juga didasari pada posisi tawar Indonesia yang dinilai masih lemah di hadapan AS, merujuk pada perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Menurutnya, sulit bagi sebuah negara untuk menjadi negosiator yang efektif jika dalam hubungan bilateral sendiri posisi tawar-menawarnya tidak setara.[dit]











