Menlu Iran Bantah Klaim Donald Trump Terkait Kematian Ayatollah Khamenei

Menteri Luar Negeri Iran - Abbas Araghchi. (Dok. Teheran Times)

“Misi Mustahil. Anda tidak bisa melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Araghchi mengecam keras serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Laporan awal menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas dalam insiden tersebut.

Ia menilai tindakan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Araghchi memberikan klarifikasi mengenai spekulasi pengembangan rudal jarak jauh Iran. Ia menyatakan bahwa Teheran secara sengaja membatasi jangkauan rudal mereka demi kepentingan pertahanan regional, bukan untuk agresi global.

“Tidak, tidak, kami tidak memiliki kemampuan seperti itu. Kami sengaja menjaga jangkauan rudal kami di bawah 2.000 kilometer. Rudal kami hanya untuk pencegahan dan pertahanan,” jelasnya.

Situasi di kawasan semakin memanas setelah Israel meluncurkan operasi militer bertajuk “Lion’s Roar”, yang kemudian diikuti oleh pernyataan Donald Trump mengenai operasi tempur besar-besaran di wilayah Iran.

Eskalasi ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi program nuklir antara Washington dan Teheran yang dimediasi oleh Oman di Jenewa.