“BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujar Isnawa Adji dalam keterangannya.
Dampak banjir juga mulai memaksa warga untuk meninggalkan rumah. Di Kelurahan Pejaten Barat, tercatat sebanyak 46 kepala keluarga atau sekitar 72 jiwa telah mengungsi ke Mushola Al Inayah.
Imbauan Darurat 24 Jam
Mengingat cuaca yang masih fluktuatif, Isnawa meminta warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan titik rawan banjir untuk tetap waspada.
“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tegasnya.











