Pusat Data Global Lumpuh, Pakar Sebut AS-Israel Kewalahan Hadapi Strategi Digital Iran

Foto ilustrasi 3M Magazine.

“Iran ini sangat cerdas karena dia mampu melihat implikasi yang lebih luas dari peran negara-negara GCC ini terhadap kepentingan ekonomi Amerika Serikat. Sehingga mereka melihat bahwa dengan menyerang titik-titik penting dari fasilitas yang kita sebut sebagai critical infrastructure,” jelas Sulfikar.

Lumpuhnya Pusat Artificial Intelligence Dunia

Salah satu dampak paling serius dari serangan ini adalah rusaknya setidaknya tiga pusat data Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Fasilitas tersebut bukan sekadar gudang data, melainkan pilar dari sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) global yang menjadi titik lemah ekonomi kapitalis di Timur Tengah.

“Dan kita tahu yang diserang itu salah satunya adalah fasilitas server yang menopang sistem komputasi global sekaligus menjadi pusat dari operasi artificial intelligence dunia,” pungkas Sulfikar.

Akibat rusaknya pusat data ini, sejumlah laporan mengonfirmasi terjadinya gangguan internet masif di wilayah Teluk, yang secara langsung melemahkan koordinasi operasional pertahanan AS di Timur Tengah.

Situasi ini menunjukkan bahwa perang modern kini tidak hanya terjadi di medan fisik, tetapi juga menyasar saraf digital global.