Yang mengkhawatirkan adalah, sebagian besar titik kemacetan terletak di tengah-tengah hutan/kebun sehingga tidak tersedia pedagang atau penjual logistik.
“Mobil-mobil mulai mematikan mesin mereka, berhamburan keluar memantau situasi. Suasana gelap semakin mencekam ketika mulai terdapat sirine ambulans dan tangis anak-anak di tengah-tengah kemacetan ekstream,” tulis pesan tersebut.
Jika kondisi terus terjadi tanpa tindakan yang cepat dari Korlantas Polri maupun berbagai instrumen turunannya, lanjut dia, dikhawatirkan akan terdapat hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk adanya korban jiwa.
“Para pemudik berharap, Tim Urai segera diturunkan untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya.[Mut]










