Sekjen PDIP Ungkap Sejarah Lahirnya Istilah Halal Bihalal Warisan KH Wahab Chasbullah dan Bung Karno

​​JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membuka file sejarah tentang istilah Halal Bihalal yang populer dipakai di Indonesia saat momen lebaran Idul Fitri.

Hasto menjelaskan, secara historis istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh KH Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional kala itu melalui momentum Idulfitri.

“Tradisi halalbihalal yang kini menjadi budaya nasional merupakan warisan ideologis dari Presiden ke-1 RI, Bung Karno,” ungkap Hasto dalam konferensi pers di Gedung B Kantor DPP PDIP, di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

​”Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan,” tutur Hasto.

Terkait spirit halal bihalal itu, Hasto Kristiyanto mengungkapkan suasana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, baru-baru ini.

​Ia menyebut, meski pertemuan di Istana tersebut merupakan agenda formal kenegaraan, suasananya terasa sangat cair. Bahkan, Megawati sendiri menganggap pertemuannya dengan Prabowo sebagai ajang silaturahmi dua orang sahabat yang sudah lama saling mengenal.

​”Ibu (Megawati Soekarnoputri) sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan ‘teman lama’,” kata Hasto.

​Pakar Geopolitik Soekarno itu menambahkan, durasi pertemuan yang cukup lama di Istana tersebut dimanfaatkan kedua tokoh bangsa untuk berdiskusi mendalam.