Daerah  

Cuaca Ekstrem Idulfitri: Jalur Logistik NTT Terputus, Ribuan Rumah Terendam Banjir

"Banjir di Aceh"
Ilustrasi Banjir/Dok. Wikipedia.com
  • Populasi Terdampak: 2.922 Kepala Keluarga atau sekitar 12.981 jiwa.

  • Kerugian Fisik: 2.922 unit rumah terendam (1 rusak berat, 3 rusak ringan).

  • Sektor Pertanian: 15 hektare lahan persawahan terendam banjir.

  • Infrastruktur: Pipa distribusi air bersih terputus dan empat titik jalan berlubang parah.

Selain banjir, tanah longsor juga menutup akses penghubung antara Desa Poma dan Desa Napugera di Kecamatan Tanawawo. Material longsor dan pohon tumbang saat ini masih dalam proses pembersihan oleh petugas di lapangan.

Status Siaga Darurat hingga Juni 2026

Provinsi NTT saat ini berada dalam masa Status Siaga Darurat Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 495/KEP/HK/2025.

Status ini telah berlaku sejak Desember tahun lalu dan direncanakan berakhir pada 8 Juni 2026.

Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam.

“Kami imbau masyarakat segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor,” tegas Abdul Muhari.

Situasi di NTT menambah daftar panjang titik merah bencana selama periode Lebaran tahun ini, melengkapi laporan banjir di Mojokerto, Depok, dan Seram Bagian Barat yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan.

Exit mobile version