Peter Grant dari Zaner Metals menilai, jika tren ini berlanjut, emas berpotensi menembus level psikologis 5.000 Dolar AS per ons. Optimisme ini muncul di tengah harapan deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, meski situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis
Meskipun ada upaya diplomatik melalui proposal perdamaian 15 poin, daya tarik emas sebagai safe haven tetap tak tergoyahkan. Pada akhir Januari lalu, emas bahkan sempat menyentuh rekor 5.594,82 Dolar AS per ons.
Kontradiksi antara upaya perdamaian dan persiapan militer di Teluk membuat investor tetap memburu aset aman. Tak hanya emas, perak pun ikut menguat ke posisi 72,41 Dolar AS, membuktikan bahwa gairah investasi logam mulia sedang kembali membara di tengah kompleksitas geopolitik.[dit]











