MESKI berstatus tersangka, dan sebentar lagi akan duduk sebagai terdakwa, Dokter Tifa atau Roy Suryo, sebetulnya setara dengan Jokowi.
Sebab, sampai saat ini, baik Dokter Tifa maupun Roy Suryo, adalah orang bebas, dan seharusnya, status cekalnya pun berakhir, karena sudah serah terima dari Penyidik kepada Jaksa.
Baik Dokter Tifa maupun Roy Suryo, datang ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dalam kondisi tangan tak lagi diborgol seperti halnya Jokowi, yang berkali-kali berjanji akan hadir ke persidangan.
Penangkapan Jumat Pagi (19 Juni) itu, gagal total dan sedang di Pra-Peradilan pula.
Wajar saja, muncul selentingan kabar bahwa Jokowi tak akan hadir di persidangan, atau hanya lewat zoom saja, karena posisi Dokter Tifa dan Roy Suryo yang setara itu.
Sebab, kalau Jokowi mau benar-benar hadir di persidangan, maka betapa banyak persidangan yang bisa dihadiri Jokowi?
Jokowi mau menghadiri persidangan itu kalau posisinya berada di atas Dokter Tifa dan Roy Suryo.
Maksudnya, Dokter Tifa dan Roy Suryo tidak saja sebagai terdakwa, tapi juga sebagai tahanan. Hadir ke Pengadilan dengan mobil tahanan, bukan bebas melenggang seperti dirinya. Begitulah kira-kira.
Penangkapan yang tak berakhir pada penahanan itu betul-betul membuat Jokowi kecewa berat. Kecewa berat Jokowi itu direpresentasikan oleh teriakan Ade Darmawan seperti orang yang kesurupan itu.











