Berdasarkan kalkulasi, setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar 1 dolar AS berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp10,3 triliun.
Hendry memproyeksikan, jika harga minyak bertahan di angka 85-92 dolar AS, harga Pertalite mungkin naik menjadi Rp10.500–Rp11.000 per liter.
Namun, jika harga minyak dunia bertahan di atas 100 dolar AS dalam waktu lama, Pertalite bisa menyentuh angka Rp12.000 per liter. Langkah penyesuaian ini dianggap pahit namun perlu diambil demi menjaga stabilitas fiskal jangka panjang dan menghindari stagflasi yang lebih parah.[dit]











