Subsidi BBM Dinilai Salah Sasaran, Indef Desak Pemerintah Percepat Konversi Kendaraan Listrik

FAKTANASIONAL.NET – Kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam.

Distribusi subsidi yang ada saat ini dinilai tidak mencerminkan prinsip keadilan sosial karena mayoritas justru dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas, bukan rakyat miskin yang menjadi target utama.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof. Didik J. Rachbini, mengungkapkan data mengejutkan terkait ketimpangan konsumsi BBM jenis Pertalite.

Berdasarkan studi lembaga tersebut, golongan masyarakat atas justru mendominasi pemanfaatan bahan bakar bersubsidi ini.

“Distribusi konsumsi Pertalite sebagian besar dinikmati golongan atas sebesar 63 persen dan golongan bawah hanya 37 persen,” ujar Didik, Jumat (27/3/2026).

Beban APBN dan Ketergantungan Impor

Baca Juga: Stok BBM Kalbar Melimpah 140%, Pertamina Sebut Antrean Dipicu Pola Konsumsi Tak Wajar

Kondisi ini diperparah dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia.

Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak untuk kebutuhan domestik, posisi APBN Indonesia menjadi sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Didik menilai, ketimpangan distribusi subsidi ini membuktikan bahwa skema yang berjalan selama ini gagal menyentuh aspek keadilan sosial.

Oleh karena itu, reformasi kebijakan energi dinilai sudah berada pada titik yang sangat mendesak.