Pemerintah Targetkan “Groundbreaking” 29 Proyek Waste to Energy dan Hilirisasi pada April 2026

/Dok. Setneg

Konsolidasi Titik Proyek Pengolahan Sampah

Terkait pengembangan proyek Waste to Energy, Prasetyo mengungkapkan adanya penyesuaian jumlah titik pengembangan.

Berdasarkan hasil evaluasi dan efisiensi di lapangan, rencana awal yang mencakup 33 lokasi kini dikonsolidasikan menjadi 29 titik.

Penyusutan jumlah titik ini terjadi karena adanya penggabungan beberapa lokasi proyek agar operasionalnya lebih terintegrasi dan efektif.

“Ternyata dalam proses di lapangan ada penggabungan-penggabungan beberapa tempat sehingga menjadi kurang lebih 29 titik,” jelasnya.

Penguatan Koordinasi Lintas Sektoral

Mensesneg menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga kini semakin diperketat.

Langkah ini diambil untuk meminimalisir kendala birokrasi maupun hambatan teknis yang berpotensi menghambat proses konstruksi.

Pemerintah optimistis bahwa integrasi antara sektor hilirisasi dan pengelolaan limbah menjadi energi akan menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan secara berkelanjutan.