Iran memprediksi bahwa pihak lawanlah yang nantinya akan menyerah dalam kondisi dipermalukan akibat konfrontasi terbuka ini.
Meski menggunakan retorika yang sangat agresif, Trump mengeklaim bahwa tujuan utamanya bukanlah perubahan rezim secara paksa. Ia menyebut bahwa struktur kepemimpinan lawan sudah melemah dengan sendirinya.
Namun, publik internasional tetap khawatir karena Trump secara spesifik menyebut rentang waktu dua hingga tiga minggu ke depan sebagai periode krusial serangan yang dimaksud.[dit]











