Harga Minyak Brent Tembus 110 Dolar AS, Blokade Selat Hormuz Picu Perang Penawaran Global

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Signifikan/(ilustrasi/@pixabay)

“Para pembeli global kini menawar secara agresif untuk mendapatkan pasokan minyak, terutama dari wilayah Pantai Teluk AS,” tulis lembaga riset Schork Group dalam catatan pasarnya.

Eskalasi Ancaman dan Kegagalan Diplomasi

Tensi politik semakin mendidih setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur vital Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk pelayaran internasional.

Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap selektif dengan hanya mengizinkan kapal dari negara sahabat—seperti Oman, Prancis, dan Jepang—untuk melintas.

Harapan akan gencatan senjata pun kian menipis. Upaya diplomasi di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu setelah pihak Iran dilaporkan menolak bertemu dengan pejabat Amerika Serikat.

OPEC+ dan Gangguan Pasokan Rusia

Untuk meredam gejolak, aliansi OPEC+ telah menyepakati kenaikan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai Mei mendatang.

Namun, para analis meragukan efektivitas langkah ini karena banyak negara anggota yang kapasitas produksinya justru terganggu oleh dampak langsung konflik.

Melengkapi sentimen negatif di pasar, pasokan energi dari Rusia juga belum stabil.

Meskipun fasilitas ekspor di Laut Baltik mulai beroperasi kembali, serangan drone Ukraina terhadap terminal-terminal migas Rusia beberapa waktu lalu menambah panjang daftar gangguan pasokan energi dunia.

Dengan kebuntuan diplomasi dan ancaman serangan infrastruktur yang terus bergulir, harga energi diprediksi akan tetap berada dalam tren volatil dalam beberapa pekan ke depan.