BMKG: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Curah Hujan Diprediksi di Bawah Normal

Ilustrasi-Fenomena El Nino yang terkonfirmasi oleh BMKG dan WMO berpotensi memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normalnya tahun ini./Dok. https://mandiriamalinsani.or.id/

“Kemudian juga, selain kemarau, kita juga mengenal ada El Nino, saat ini kita pantau, saat ini El Nino-nya masih lemah hingga moderate, kemudian harapannya lagi kita akan terus pantau apa yang terjadi tahun ini hingga di tahun 2020 nanti,” jelas Teuku. (Catatan: Konteks pemantauan terus berlanjut untuk periode mendatang).

Langkah Mitigasi dan Modifikasi Cuaca

Menghadapi potensi kekeringan ini, BMKG telah memperketat pengawasan melalui pemantauan rutin mulai dari skala harian hingga dasarian (per 10 hari).

Sinergi lintas lembaga juga diperkuat, termasuk kolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mengisi waduk-waduk atau membasahi lahan gambut yang rawan.

Peringatan Karhutla

Mengingat risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprediksi meningkat drastis akibat kemarau panjang, BMKG memberikan imbauan tegas kepada masyarakat dan sektor korporasi.

Pemerintah meminta agar tidak ada pihak yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Koordinasi antara kementerian terkait dan pemerintah daerah terus dioptimalkan untuk memastikan dampak kemarau, baik terhadap ketahanan pangan maupun kualitas udara, dapat ditekan seminimal mungkin.