Ancaman untuk “menghujani neraka” ke Iran membuat pelaku pasar khawatir akan gangguan pasokan energi global. Meskipun Iran menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik, mereka tetap bersikeras menolak skema gencatan senjata sementara yang diajukan Washington.
Ancaman blokade ini berdampak langsung pada komoditas lainnya. Perak spot turun ke 72,81 Dolar AS, sementara Paladium merosot tajam 1,1 persen ke posisi 1.487,22 Dolar AS per ons.
Pengamat komoditas menilai bahwa jika konflik ini berlarut-larut, harga minyak akan terus meroket dan memicu inflasi global. Situasi ini tentu menyulitkan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis Risalah rapat kebijakan The Fed pada Rabu mendatang serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pada Kamis untuk menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.[dit]











