“IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42 persen month-to-month (mtm). Namun, di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan juga likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik,” imbuhnya.
Aliran Dana Asing dan Aksi Jual Bersih
Tekanan pada bursa domestik semakin diperberat oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp23,34 triliun dalam satu bulan terakhir.
Hasan menjelaskan bahwa besarnya angka net sell ini salah satunya dipicu oleh transaksi besar di pasar negosiasi pada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menghadapi situasi ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika global yang berpotensi memberikan dampak lanjutan ke pasar dalam negeri.
Lembaga pengawas ini juga terus memperkuat koordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) dan para pelaku industri untuk menyiapkan langkah-langkah kebijakan strategis guna menjaga stabilitas pasar modal Indonesia di masa mendatang.










