Kelalaian ini dianggap fatal mengingat risiko tinggi pada bangunan bertingkat. Polisi telah memeriksa mandor serta pengawas lapangan untuk mencari titik terang penyebab jatuhnya para pekerja tersebut.
Selain masalah keselamatan kerja, pihak kepolisian juga mencurigai adanya masalah administratif terkait izin pembangunan. Pemilik gedung dijadwalkan akan diperiksa pada Kamis, 9 April 2026, untuk menunjukkan dokumen perizinan dan peruntukan bangunan yang sebenarnya.
Hingga kini, pihak keluarga menolak autopsi, namun penyelidikan terhadap dugaan kelalaian pidana oleh perusahaan tetap berjalan untuk memastikan keadilan bagi para korban.[dit]










