“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran,” tegas pihak militer AS.
Reaksi Keras Iran dan Ancaman Militer
Teheran tidak tinggal diam menanggapi kebijakan tersebut.
Melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Iran memperingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada dan siap membalas dengan kekuatan militer.
Pihak Iran menilai kehadiran armada tempur asing yang terlalu dekat dengan wilayah kedaulatan mereka sebagai tindakan provokasi yang dapat memicu kontak fisik.
“Setiap kapal militer yang mendekat akan melanggar gencatan senjata AS-Iran yang seharusnya berlaku hingga 22 April dan ‘akan ditindak tegas’,” bunyi peringatan keras dari pihak Iran.
Situasi ini kini menjadi perhatian dunia internasional, mengingat ancaman tersebut muncul sebelum masa gencatan senjata resmi berakhir, yang berpotensi menyeret kawasan tersebut ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.











