Gebrakan Bioenergi Nasional: Mentan Amran Targetkan B50 dan Mandatori E20 Tahun Ini

/Dok. Kementan

FAKTANASIONAL.NET  – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN dan Danantara resmi mempercepat pengembangan ekosistem bioenergi nasional.

Langkah strategis ini mencakup akselerasi biodiesel hingga etanol guna mewujudkan kemandirian energi dan menghentikan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan jajaran PTPN dan Danantara di Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Mentan Amran menyatakan bahwa percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Stop Impor Solar dengan B50

Fokus utama pemerintah saat ini adalah implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Mentan Amran optimistis langkah ini akan membawa dampak ganda bagi ekonomi nasional.

“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegas Mentan Amran.

Menuju Mandatori Etanol E20

Selain sektor biodiesel, pemerintah tengah memacu bauran energi melalui mandatori E20 untuk bahan bakar bensin.

Indonesia menargetkan kebutuhan hingga 8 juta ton etanol agar bisa bersaing dengan negara-negara pelopor bioenergi seperti Brasil.

“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20. Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa? Suatu saat kita mandiri karena Brazil sekarang sudah bisa E70, E100,” jelas Amran.

Ia meyakini jika seluruh ekosistem ini berjalan optimal, Indonesia akan semakin dekat dengan visi Indonesia Emas melalui penguatan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan petani.