Strategi ini tidak lagi bergantung pada pangkalan besar, melainkan unit-civilian-military yang tersebar otonom bak mozaik yang sulit dihancurkan secara total.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah “Mozaik Pertahanan” alami. Dengan mengendalikan choke points dunia seperti Selat Malaka, Sunda, dan Lombok, Indonesia memiliki posisi tawar serupa.
Terinspirasi dari keteguhan di Hormuz, RI harus mampu menyatukan batas laut, darat, dan siber dalam komando perlawanan cerdas yang menjadikan setiap pulau sebagai benteng dan setiap nelayan sebagai mata-mata kedaulatan.[dit]







