Rismon kurang pantas membuka apa-apa yang dialaminya dulu saat mengatakan ijazah Jokowi palsu, karena tak mudah juga dibuktikan, apalagi berteriak kepada mantan pengacaranya, “siapa Anda?” tanpa merasa malu.
Padahal, pengacaranya itulah yang dulu sudah pasang badan terhadap dirinya dan dia tak pernah pula mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk membayar jasa pengacaranya itu. Tragis sekali sikap Rismon ini.
Sebetulnya, apa pun yang dikatakan Rismon terkait keaslian ijazah Jokowi dan seputar itu, tak ada lagi nilainya, sebelum ia sendiri membuktikan keaslian ijazahnya sendiri.
Bahkan, apa yang dikatakan Rismon, atau pihak yang mengatasnamakan dirinya berpotensi membuat kasus ijazah Jokowi ini semakin meluas dan liar.
Suka atau tidak suka, keterlibatan Jusuf Kalla dalam kasus ijazah Jokowi ini sedikit banyaknya adalah karena kontribusi Rismon.
Rismon tidak seharusnya diberikan lagi panggung yang luas, karena ia sebetulnya bisa dikatakan sudah terbuang sepanjang “adat” atau “tradisi” ketimuran.
Erizal, Direktur ABC Riset dan Counsulting











