Polkam  

DPR Berduka Atas Gugurnya Praka Rico di Lebanon, Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan UNIFIL

/(FOTO: ANTARA)

“Diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban,” tambahnya.

Evaluasi Penugasan Prajurit

Meski tetap mendukung keterlibatan Indonesia dalam stabilitas global, Sukamta meminta pemerintah Indonesia tidak abai dalam meninjau aspek keamanan dan pola penugasan prajurit TNI di zona merah.

“Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global, evaluasi tetap perlu dilakukan,” kata Sukamta.

Ia menekankan bahwa setiap nyawa prajurit sangat berharga dan tidak boleh menjadi pengorbanan yang sia-sia.

“Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan memadai, dan komitmen bersama dari komunitas internasional,” tuturnya.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang duka Indonesia dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Hingga kini, tercatat empat prajurit TNI telah gugur di wilayah konflik tersebut, yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan terbaru, Praka Rico Pramudia.

Sukamta menutup pernyataannya dengan mendoakan agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.