Lokomotif Argo Bromo Anggrek menghantam keras bagian belakang KRL yang tengah berhenti, bahkan dilaporkan hingga menembus gerbong penumpang terakhir.
Dilansir pada 28 April, Laporan sementara menyebutkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dalam insiden ini. Petugas gabungan masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam badan kereta yang hancur.
Menanggapi keterlibatan armadanya, Green SM Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi. Perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut menegaskan telah menyerahkan data relevan kepada pihak berwenang.
Meski demikian, penyelidikan mendalam masih dilakukan untuk memastikan penyebab utama taksi listrik tersebut berada di perlintasan pada saat yang tidak tepat, hingga memicu rangkaian kecelakaan fatal yang menghentikan jalur utama kereta api tersebut.[dit]
