Prabowo Resmikan Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun: Manuver Strategis Pangkas Impor BBM

Prabowo Resmikan Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun: Manuver Strategis Pangkas Impor BBM/(Foto: Tangkap Layar YouTube/@Sekertariat Presiden)

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan kalkulasi strategis proyek ini. Optimalisasi kilang eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap oleh PT Pertamina (Persero) diestimasikan mampu menambah kapasitas produksi bensin antara 62.000 hingga 70.000 barel per hari (bph).

Angka tersebut setara dengan pemangkasan 10 persen dari total impor bahan bakar minyak (BBM) nasional yang saat ini defisit hingga 1 juta bph. Jika beroperasi sesuai target pada kuartal keempat 2030, Indonesia berpotensi menghemat devisa hingga US$1,25 miliar atau Rp21,5 triliun per tahun.

Selain kilang pengolahan, proyek energi ini membidik perluasan tangki operasional. Tiga terminal baru akan dibangun di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan tambahan kapasitas total 153 ribu kiloliter.

Dikelola oleh Pertamina Patra Niaga, mega proyek yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai 2027 hingga 2028 ini akan mendongkrak 3,1 persen kapasitas penyimpanan nasional. Ekspansi infrastruktur ini diharapkan mampu mengamankan distribusi energi secara merata serta menekan disparitas harga antarwilayah, khususnya di kawasan timur Indonesia.[dit]