FAKTANASIONAL.NET – Isu keretakan elite pemerintahan Iran semakin santer terdengar menyusul alotnya negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.
Dinamika politik internal yang memanas ini berpusat pada ancaman pemecatan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Melansir laporan eksklusif dari media independen Iran International pada 3 Mei 2026, Presiden Masoud Pezeshkian bersama Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dilaporkan meradang akibat manuver birokrasi sang menteri luar negeri.
Puncak kekesalan dua pucuk pimpinan eksekutif tersebut dipicu oleh sikap Araghchi yang dituding lebih patuh pada komando Garda Revolusi Iran (IRGC).
Sang menteri disinyalir kuat menjalankan instruksi krusial terkait dialog nuklir tanpa memberikan laporan perkembangan kepada presiden.
Berdasarkan penuturan sumber internal lingkungan pemerintahan kepada Iran International, Araghchi selama dua pekan terakhir justru berkoordinasi secara eksklusif dengan Komandan IRGC, Ahmad Vahidi.











