Di tengah anjloknya harga saham di bursa, sebuah manuver mengejutkan datang dari Badan Pengelola Investasi Danantara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi di Istana Kepresidenan pada Selasa (5/5/2026) bahwa institusinya telah secara bertahap masuk dan mengoleksi kepemilikan saham GOTO.
Langkah strategis ini membawa misi khusus pemerintah untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol).
Intervensi pemerintah melalui Danantara terbukti membuahkan hasil bagi mitra pengemudi. Berbagai fasilitas krusial seperti jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kini dialokasikan dari dana pemasaran perusahaan. Selain itu, strategi “bakar uang” berhasil dialihkan menjadi Bantuan Hari Raya (BHR) ganda bagi pengemudi.
Pihak manajemen GoTo sendiri menyambut positif masuknya investasi Danantara yang porsinya di bawah satu persen tersebut sebagai refleksi kepercayaan fundamental jangka panjang perusahaan.[dit]











