Meredanya tensi ini menekan harga minyak mentah global, di mana patokan Brent kini meluncur turun mendekati 100 Dolar AS per barel.
Efek dominonya, ekspektasi inflasi ikut anjlok. Kondisi ini membuat tekanan terhadap Federal Reserve untuk menahan suku bunga di posisi puncak menjadi berkurang drastis.
Angin segar ini rupanya tidak hanya memoles harga emas semata. Deretan logam mulia lainnya justru menunjukkan pergerakan yang jauh lebih buas pada sesi perdagangan yang sama.
Harga perak di pasar spot dilaporkan melesat 6 persen hingga menembus angka 77,16 Dolar AS per ons. Tak ketinggalan, logam platinum ikut melompat 4,7 persen menjadi 2.044,00 Dolar AS per ons, disusul oleh paladium yang merangkak naik secara meyakinkan sebesar 3,3 persen menuju level 1.535,00 Dolar AS per ons.[dit]
