Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas roda perekonomian di tengah fluktuasi harga energi global.
Salah satu poin yang menjadi pertanyaan netizen adalah mengapa harga dasar Pertalite (RON 90) justru lebih tinggi daripada harga jual Pertamax (RON 92).
Roberth menekankan bahwa Pertamax adalah kategori BBM umum non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar bebas. Saat ini, Pertamax di wilayah Jabodetabek dibanderol sekitar Rp12.300 per liter.
Perbedaan ini terjadi karena seluruh beban harga Pertamax ditanggung konsumen, sementara Pertalite mendapatkan intervensi besar dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi kepentingan publik.[dit]











