Kebut Program Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni Dikebut, BNPP Pastikan Tepat Sasaran

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Program Renovasi Rumah yang menyasar 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dimatangkan agar bisa segera dieksekusi.

Karena itu, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman, terjun langsung meninjau langsung kondisi rumah warga yang diusulkan sebagai penerima bantuan.

Kali ini Makhruzi bersama tim mendatangi kawasan perbatasan. Hal itu dilakukan untuk memastikan program tersebut benar-benar menyasar kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin memastikan sendiri kondisi rumah warga yang diusulkan. Dari hasil peninjauan, rumah ini memang memenuhi kriteria dan layak untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” kata Makhruzi dikutip dari ANTARA, Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Makhruzi mendatangi rumah milik Yulian Hani, warga Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Yulian tinggal bersama suami dan satu anaknya di hunian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah tersebut belum memiliki dinding permanen, pintu, maupun jendela.

Untuk beristirahat, Yulian dan keluarganya hanya beralaskan tempat tidur kayu sederhana dan tikar. Sedangkan bagian atap rumah masih menggunakan dahan pepohonan yang minim perlindungan dari cuaca.

Melihat langsung kondisi tersebut, Makhruzi menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bentuk komitmen BNPP dalam mengawal pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH, khususnya di wilayah perbatasan. Menurut dia, verifikasi faktual menjadi langkah penting agar penerima bantuan tidak salah sasaran.