Dua Jurnalis Indonesia Disandera Israel Saat Kirim Bantuan ke Gaza

Dua Jurnalis Indonesia Disandera Israel Saat Kirim Bantuan ke Gaza/globalsumud)

FAKTANASIONAL.NET – Kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang menuju Gaza, Palestina, diintersepsi oleh militer Israel (IDF) di lepas pantai Siprus.

Dalam insiden yang terjadi di perairan internasional tersebut, tentara zionis menangkap setidaknya 100 aktivis dunia.

Ironisnya, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban penahanan, termasuk dua jurnalis dari media Republika, yakni Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai, yang tengah bertugas meliput operasi kemanusiaan ini.

Kronologi Pencegatan Armada GSF 2026 oleh IDF

Dilansir dari CNN pada 19 Mei, armada yang terdiri dari 54 kapal bantuan ini awalnya bertolak dari Marmaris, Türkiye, sejak Kamis lalu untuk menembus blokade Gaza yang terjadi sejak 2007.

Namun, empat kapal perang Israel mengepung dan memaksa armada mematikan mesin di siang bolong sebelum akhirnya digelandang menuju Pelabuhan Ashdod.

Melalui video SOS yang dirilis resmi oleh Republika, Abeng sempat mengirimkan pesan darurat. Ia menyatakan dirinya sedang diculik oleh tentara Israel dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan penyelamatan.

Selain kedua jurnalis, tujuh WNI lain yang ikut ditahan adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.

Menanggapi situasi darurat ini, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengutuk keras aksi militer zionis.

Pihaknya menegaskan bahwa para relawan sama sekali tidak membawa senjata, melainkan memobilisasi obat-obatan, logistik, dan solidaritas global demi membantu warga sipil Gaza yang menderita kelaparan akibat agresi.

Republika menilai penangkapan di perairan internasional ini sebagai pelanggaran hukum global yang serius. Pihak media kini memprioritaskan keselamatan seluruh delegasi Indonesia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan universal ini.[dit]