Wali Kota Pontianak Dorong Kader HMI Tingkatkan Kapasitas Songsong Indonesia Emas 2045

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi pembicara utama dalam penutupan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat Nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam. (Dok. HO/Faktanasional)

PONTIANAK, FAKTANASIONL.NET – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong seluruh kader HMI untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual dan sikap kritis guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045 saat menutup agenda pelatihan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak pada Minggu (17/5/2026) malam.

Acara penutupan tersebut merupakan rangkaian akhir dari kegiatan Latihan Kader II tingkat nasional serta Latihan Khusus KOHATI yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pontianak.

Edi menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian visi bangsa menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang hadir pada masa sekarang.

Ia menyebutkan bahwa organisasi mahasiswa Islam ini telah terbukti secara nyata melahirkan banyak tokoh pemimpin yang sukses berkiprah di berbagai sektor termasuk pemerintahan.

“Kemarin saat retret di Magelang, kami berkumpul dengan alumni HMI. Ada 126 kepala daerah yang alumni HMI. Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” ujarnya.

Tema resonansi nalar khatulistiwa yang diangkat dalam pelatihan ini dinilai sangat relevan di tengah berbagai tantangan global yang berdampak langsung terhadap sendi kehidupan bangsa.

Kondisi negara saat ini sedang menghadapi sejumlah tekanan ekonomi akibat ketidakpastian global, dampak perang di Timur Tengah, hingga perubahan harga energi dan kebutuhan pokok.

“Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua, baik terlibat langsung maupun tidak langsung, punya peran dalam proses menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Situasi dinamika global yang serba tidak menentu ini harus senantiasa disikapi secara optimis namun tetap dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu faktor penentu paling esensial untuk memastikan keberlanjutan roda pembangunan dalam mengejar cita-cita kemajuan negara.

Keberadaan era digital dan arus pertukaran informasi media sosial yang cepat juga berpotensi menimbulkan kegaduhan publik apabila tidak dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dari masyarakat.

“Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” jelasnya.

Kota Pontianak beserta Provinsi Kalimantan Barat secara umum memiliki potensi sumber daya alam serta ekonomi digital yang amat besar untuk terus dimanfaatkan secara produktif.

Kegiatan pelatihan kepemimpinan mahasiswa ini menjadi ruang yang teramat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta kedewasaan berpikir para peserta.

“Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kader seperti ini diharapkan berdampak untuk kebaikan dan kemajuan bangsa kita,” ujarnya.

Pengalaman lapangan sebagai kepala daerah membuktikan bahwa berbagai faktor eksternal dan regulasi sangat memengaruhi kinerja pemerintahan sehingga membutuhkan kontribusi aktif dari kaum muda.

Perjuangan pemikiran para kader HMI diharapkan tidak akan pernah berhenti hanya di dalam ruang pelatihan melainkan wajib dilanjutkan dalam bentuk kerja nyata di tengah masyarakat luas.

“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” katanya.

Kekuatan utama dari Himpunan Mahasiswa Islam dinilai terletak pada tingkat militansi, solidnya jaringan komunikasi alumni, dan besarnya semangat persaudaraan yang terjalin erat melintasi batas daerah.

“Ini salah satu kekuatan HMI yang sebenarnya bisa kita sinergikan dan kolaborasikan. Alumni HMI sangat kuat, sangat militan, dan selalu punya ikatan emosional,” pungkasnya.

(*RA)